Larutan penyangga adalah larutan yang dapat mempertahankan
pH-nya meskipun ditambah sedikait asam kuat, basa kuat, maupun pengenceran.
Larutan penyangga terdiri dari larutan penyangga asam, dan larutan penyangga
basa
*) Larutan Penyangga
Asam
Komposisi dari larutan penyangga asam adalah campuran antara
asam lemah dengan garamnya. Di dalam sistem, larutan penyangga berada dalam
kesetimbangan. Contoh larutan penyangga asam, campuran CH3COOH dan
CH3COONa
Kesetimbangan penyangga
Disebut kesetimbangan penyangga karena [CH3COO-]
tidak sama dengan [H+]
Kesetimbangan penyangga
Pengaruh
Penambahan Sedikit Asam Kuat
Larutan penyangga CH3COOH
+ CH3COONa ketika ditambah sedikit asam kuat maka:
*) H+ dari asam kuat akan bergabung dengan CH3COO-,
Karena CH3COO- merupakan basa kuat sehingga lebih suka
(lebih kuat) menerima proton, dan terbentuk CH3COOH
*) dalam kesetimbangan penyangga, [CH3COO-]
berkurang, dan [CH3COOH] bertambah untuk mencapai susunan
kesetimbangan baru
Misalnya larutan penyangga 12,5 ml CH3COOH 1 M +
12,5 ml CH3COONa 1 M ditambah 1 ml HCl 1 M maka: (Ka CH3COOH
= 1,0 × 10-5)
[CH3COO-] berkurang dan [CH3COOH]
bertambah
Berkurangnya [CH3COO-]
Volume total larutan = 26 ml
pH mula-mula dari larutan penyangga adalah 5. Ternyata
dengan menambahkan sedikit asam kuat, larutan penyangga sedikit berubah
(menurun) menjadi 4,93. Meskipun demikian penurunannya tidak > 10%, artinya
sangat kecil sekali dan dianggap pH larutan penyangga tidak berubah (konstan)
Pengaruh
Penambahan Sedikit Basa Kuat
Larutan penyangga CH3COOH
+ CH3COONa ketika ditambah sedikit basa kuat maka:
*) OH- dari basa kuat akan bergabung dengan H+
menjadi H2O
*) dalam kesetimbangan penyangga, [CH3COO-]
bertambah, dan [CH3COOH] berkurang untuk mencapai susunan
kesetimbangan baru
Misalnya larutan penyangga 12,5 ml CH3COOH 1 M +
12,5 ml CH3COONa 1 M ditambah 1 ml NaOH 1 M maka: (Ka CH3COOH
= 1,0 × 10-5)
OH- dari basa kuat akan bergabung dengan H+
menjadi H2O
[CH3COOH] berkurang dan [CH3COO-]
bertambah
Berkurangnya [CH3COOH]
Volume total larutan = 26 ml
pH mula-mula dari larutan penyangga adalah 5. Ternyata
dengan menambahkan sedikit basa kuat, larutan penyangga sedikit berubah (naik)
menjadi 5,07. Meskipun demikian kenaikannya tidak > 10%, artinya sangat
kecil sekali dan dianggap pH larutan penyangga tidak berubah (konstan)
Pengaruh Sedikit
Pengenceran
Larutan penyangga CH3COOH
+ CH3COONa ketika ditambah sedikit air (pengenceran) maka:
*) pH larutan akan tetap (konstan)
Misalnya larutan penyangga 12,5 ml CH3COOH 1 M +
12,5 ml CH3COONa 1 M ditambah 1 ml akuades maka: (Ka CH3COOH
= 1,0 × 10-5)
Ilustrasi
Ditambah air artinya pengenceran (volume bertambah), ini
mengakibatkan konsentrasi berkurang dari konsentrasi awal
*) keadaan awal
*) keadaan setelah pengenceran
Dalam suatu percobaan untuk mengidentifikai larutan
penyangga, jika perubahan pH-nya lebih dari 10% maka bukan larutan penyangga
*) Larutan Penyangga
Basa
Komposisi dari larutan penyangga basa adalah campuran antara
basa lemah dengan garamnya. Di dalam sistem, larutan penyangga berada dalam
kesetimbangan. Contoh larutan penyangga basa, campuran NH4OH dan NH4Cl
(penjelasan mengani larutan penyangga basa analog dengan larutan penyangga asam)
Pengaruh Penambahan
Sedikit Asam Kuat
Larutan penyangga NH4OH
+ NH4Cl ketika ditambah sedikit asam kuat maka:
*) H+ dari asam kuat akan bergabung dengan OH-,
membentuk H2O
*) dalam kesetimbangan penyangga, [NH4OH] berkurang, dan [NH4+] bertambah untuk mencapai susunan kesetimbangan baru
Yang terjadi:
Pengaruh
Penambahan Sedikit Basa Kuat
Larutan penyangga NH4OH
+ NH4Cl ketika ditambah sedikit basa kuat maka:
*) OH- dari basa kuat akan bergabung dengan NH4+
menjadi NH4OH
*) dalam kesetimbangan penyangga, [NH4OH] bertambah, dan [NH4+] berkurang untuk mencapai susunan kesetimbangan baru
Yang terjadi:
Pengaruh Sedikit
Pengenceran
Larutan penyangga NH4OH
+ NH4Cl ketika ditambah sedikit air (pengenceran) maka:
*) pH larutan akan tetap (konstan)
Sumber:
Ralph H. Petrucci - Suminar. 1985. Kimia Dasar Prinsip dan Terapan Modern (Edisi Keempat Jilid 2). Jakarta: Erlangga.
Perkuliahan Oleh Dra. Chansyanah Diawati, M.Si
Tidak ada komentar:
Posting Komentar